PKKMB DAY 2 RESUME MATERI
MATERI 1
Nama :Masnunah
pemateri :pak Ainun Najib
tema :perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri
kelompok :31
Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri mengalami perubahan besar dalam sistem pendidikan, kurikulum, serta peranannya di masyarakat. Pembelajaran kini banyak dilakukan melalui platform digital seperti e-learning, MOOC, dan webinar sehingga lebih fleksibel dan inklusif.
Selain itu, perguruan tinggi membangun infrastruktur digital berupa jaringan internet cepat, laboratorium virtual, dan kampus berbasis teknologi. Mereka juga memperluas kolaborasi global dengan institusi, perusahaan teknologi, dan startup untuk mendukung inovasi, riset, serta pertukaran mahasiswa dan dosen.
Dalam proses pembelajaran, digunakan analitik data (Learning Analytics) untuk memantau perkembangan mahasiswa dan mengambil keputusan berbasis data. Lebih jauh, perguruan tinggi berperan sebagai pusat inovasi dan penggerak revolusi industri, melalui pengembangan riset terapan, inkubator bisnis, dan startup teknologi.
Secara keseluruhan, perguruan tinggi dituntut untuk cepat beradaptasi agar tetap relevan serta mampu melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan era digital dan revolusi industri.
MATERI 2
Nama :Masnunah
pemateri :Dr. Nurul Ghufron, S.H, M. H
tema : Generasi muda berintegritas anti korupsi
kelompok:31
Korupsi adalah penyakit bangsa yang merusak pembangunan, menggerogoti hak rakyat, dan menghancurkan kepercayaan publik. Melawannya bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab semua elemen, terutama generasi muda sebagai harapan masa depan.
Generasi muda penting karena mereka adalah calon pemimpin yang akan menentukan arah bangsa, memiliki energi, kreativitas, serta penguasaan teknologi untuk menciptakan sistem transparan. Dengan pola pikir kritis dan idealisme tinggi, mereka dapat menjadi agen perubahan yang menantang budaya korupsi.
Kunci utama bagi pemuda adalah integritas, yang mencakup kejujuran, konsistensi, tanggung jawab, keadilan, keberanian, dan kemandirian. Nilai ini harus ditanamkan sejak dini agar menjadi benteng melawan korupsi.
Peran generasi muda dalam pemberantasan korupsi dapat diwujudkan melalui beberapa langkah:
1. Mulai dari diri sendiri dengan hidup jujur, menolak pungutan liar, dan menjauhi praktik kecil yang mengarah pada korupsi.
2. Edukasi dan kesadaran, yakni belajar tentang dampak korupsi, berdiskusi, serta menyebarkan pesan anti korupsi melalui komunitas dan media sosial.
3. Pemanfaatan teknologi untuk mengawasi kinerja pemerintah, mengakses informasi publik, serta menciptakan solusi digital transparansi.
4. Pengawasan partisipatif, termasuk ikut forum masyarakat, mengawasi anggaran sekitar, dan menggunakan hak pilih secara cerdas.
5. Menjadi teladan, dengan meraih prestasi tanpa jalan pintas, berkarya bagi bangsa, serta membangun jaringan pemuda berintegritas.
Meski tantangan ada, seperti budaya jalan pintas, tekanan ekonomi, atau lingkungan yang kurang mendukung, generasi muda harus berani melawan. Dengan tekad baja dan integritas kuat, mereka bisa menjadi pahlawan anti korupsi masa kini dan masa depan.
Indonesia bebas korupsi bukan sekadar mimpi, melainkan tujuan yang dapat dicapai bila generasi muda bersatu, berintegritas, dan konsisten berjuang.
MATERI 3
Nama :Masnunah
pemateri :KH ma'ruf Khozin
Tema : Mahasiswa unusa sebagai generasi aswaja an-nahdliyah
kelompok:31
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) dipandang sebagai pewaris tradisi keilmuan dan keagamaan Aswaja An-Nahdliyah, paham keislaman berlandaskan Al-Qur’an, Hadis, Ijma’, dan Qiyas.
Sebagai generasi Aswaja, mahasiswa UNUSA memiliki beberapa peran penting:
1. Penjaga tradisi keilmuan dengan mempelajari dan mengamalkan kitab-kitab klasik NU secara kontekstual.
2. Agen moderasi beragama, menolak radikalisme, membangun dialog lintas agama, serta menyebarkan Islam rahmatan lil ‘alamin.
3. Pejuang kemaslahatan sosial melalui pemberdayaan masyarakat, advokasi isu kemanusiaan, dan kegiatan sosial berbasis NU.
4. Inovator tradisi, dengan mengadaptasi nilai Aswaja dalam konteks modern, termasuk teknologi, dakwah digital, dan pelestarian budaya lokal.
Implementasi peran ini terlihat dalam kurikulum ke-NU-an, kajian kitab, organisasi mahasiswa (PMII, IPNU/IPPNU), festival budaya NU, serta keterlibatan aktif dalam program NU tingkat daerah maupun nasional.
Meski menghadapi tantangan globalisasi, radikalisme, disrupsi digital, dan tuntutan relevansi pemuda, mahasiswa UNUSA tetap dituntut untuk menginternalisasi nilai Aswaja, mengembangkan intelektualitas NU, dan menghadirkan solusi bagi persoalan zaman.
Dengan demikian, mahasiswa UNUSA tidak hanya menjadi penuntut ilmu, tetapi juga kader peradaban yang menjembatani warisan ulama Nusantara dengan masa depan bangsa yang adil, beradab, dan berkepribadian Islam.
Selalu menjalankan ibadahnya dengan bermazhab.Mengikuti Ashariyah dan Maturidiyah.
Fiqih mengikuti Imam Hanafi dan Hambali, dan ketika dalam hal tasawuf atau ihsan atau akhlak mengikuti Imam Al-Ghazali dan Imam Junaid al-Baghdadi.
Kemudian berikutnya adalah harus memuat unsur tawassuth (moderat), kemudian tasamuh (toleransi).
Bid‘ah, syirik, dan lain sebagainya sudah dijelaskan panjang lebar bahwa tradisi-tradisi tersebut memiliki dasar. Jadi jangan ragu lagi, apalagi yang disebut tradisi yang mungkin sering diperdebatkan.
Tradisi sedekah ada manfaatnya, karena orang-orang Nahdliyin melestarikan itu sebagai bentuk kebaikan. Misalnya takmir masjid sering mengadakan bancakan setiap malam Jumat. Hal itu membantu masyarakat sekitar, sehingga warga NU tidak mengalami gizi buruk karena selalu ada kebersamaan dalam tradisi.
:https://www.instagram.com/unusa_official
:https://www.facebook.com/unusaofficialfb
YouTube
:https://youtube.com/@unusa_official?si=YL_UyZJtz691tDNl
TikTok
:https://www.tiktok.com/@unusa_official?_t=ZS-8zMGqOKCEjI&_r=1

Komentar
Posting Komentar